Minggu, 09 Agustus 2020

5 Novel Paling Kontroversial, No 4 Karena Dianggap Ajarkan Komunisme

Buku disebut sebagai jendela dunia karena dengan membaca buku kita bisa menyerap berbagai informasi tanpa harus bergerak jauh. Buku terutama novel adalah sesuatu yang sering dibaca banyak orang di dunia. Karya sastra yang mendunia memang patut diapresiasi apalagi karya tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa karena kualitasnya. Namun ternyata ada juga beberapa novel yang menuai kontroversi ketika diterbitikan dikarenakan berbagai hal. Buku-buku tersebut bahkan ada yang sampai dilarang untuk terbit. Nah gan, berikut ini adalah beberapa buku paling kontroversial yang pernah ada di dunia.

1. Satanic Verses5 Novel Paling Kontroversial, No 4 Karena Dianggap Ajarkan Komunisme
Buku yang sangat kontroversial karangan penulis asal India, Salman Rushdie. Novel ini dianggap menghina agama Islam karena isi ceritanya yang dinilai menghujat Nabi Muhammad. Saking kontroversialnya, novel ini dilarang terbit di beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Venezuela. Iran memfatwa Salman Rushdie untuk dihukum mati, sementara itu novel ini memicu kemarahan umat Islam. Meski demikian, nyawa Salman Rushdie tetap selamat.

2. Lolita5 Novel Paling Kontroversial, No 4 Karena Dianggap Ajarkan Komunisme
Dari judulnya saja sudah bisa ditebak apa isi cerita dalam novel ini. Ya, tentang pedofilia. Seperti yang diketahui jika pedofilia dikecam keras oleh warga dunia. Ditulis oleh Vladimir Nabokov, novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1955 di Perancis ini menceritakan seorang pria, Humbert, yang memiliki obsesi kepada gadis 12 tahun, Dolores Haze. Lolita dilarang terbit di berbagai negara karena isinya yang dianggap tidak pantas. Namun di lain sisi, buku ini malah laris manis.

3. The Da Vinci Code5 Novel Paling Kontroversial, No 4 Karena Dianggap Ajarkan Komunisme
Merupakan novel karya Dan Brown paling terkenal dan terjual hingga jutaan eksemplar di seluruh dunia. Di balik kesuksesannya, buku ini menyimpan kontroversi. Sejumlah pihak menganggap The Da Vinci Code menyinggung umat Kristiani. Dalam novel ini diceritakan sebuah rahasia yang selama ini ditutupi. Simbolog Robert Langdon terjebak dalam konspirasi dan harus mengungkap misteri yang kodenya terdapat pada lukisan Monalisa dan Lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo Da Vinci. Dalam penelusurannya Langdon menemukan jika Yesus pernah menikah dan mempunyai keturunan.

DAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN MINIM RESIKO KLIK DISINI 
 

4. Bumi Manusia5 Novel Paling Kontroversial, No 4 Karena Dianggap Ajarkan Komunisme
Yang satu ini datang dari Indonesia. Bumi Manusia adalah bagian satu dari novel Tetralogi Buru karya penulis legendaris Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Novel ini terbit di era orde baru dan menceritakan seorang anak pribumi ningrat bernama Minke di era kolonial Belanda dan bagaimana kehidupannya yang penuh dengan kelas dan rasisme di era tersebut. Namun justru di era order baru buku tersebut dilarang terbit karena dianggap mengajarkan paham komunisme. Ane sendiri enggak menggerti kenapa bisa dianggap demikian.

5. Animal Farm5 Novel Paling Kontroversial, No 4 Karena Dianggap Ajarkan Komunisme
Ada sebuah hal yang menarik dari novel ini yaitu tanggal rilisnya yang bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Novel klasik karangan George Orwell ini menjadi bacaan yang menarik sekaligus agak kontroversial. Karya fiksi ini menceritakan sekelompok binatang-binatang di ladang yang memberontak terhadap peternak manusianya. Akhir cerita pemberontakan tersebut malah berakhir lebih parah karena peternakan itu justru jadi dikuasai oleh babi yang otoriter. Novel ini dilarang di empat negara seperti Korea Utara, Uni Emirat Arab, Vietnam, dan Rusia.

Jumat, 24 Januari 2020

Tokoh Wayang Paling Jagoan


Petruk


Petruk merupakan ksatria edan yang suka bergurau namun gemar sekali berkelahi. Dikarenakan ilmu silatnya tinggi, dia suka berkelana untuk menguji kekuatan dan kesaktiannya. Kapak adalah senjatanya namun dia lebih suka dengan tangan kosong. Selama bertarung, dia lebih suka bersenda gurau dengan lawan-lawannya.

Gareng

Bambang Sukodadi atau biasa disebut gareng merupakan ksatria sakti yang sombong dan sering menantang duel setiap ksatria yang ditemuinya. Dikarenakan ilmu silatnya tinggi dan sulit menemui lawan yang sepadan, dia memutuskan untuk bertapa di Blukutiba guna menambah kekuatannya.
Gareng dan Petruk pernah saling duel karena Gareng tidak suka dengan ulah Petruk yang mengganggu pertapaannya dengan ucapan-uapan yang konyol. Pertarungan Gareng dan Petruk mengakibatkan kerusakan alam yang dahsyat. Mereka saling menghantam, bergumul, tarik-menarik, tendang-menendang, injak-menginjak, hingga tubuhnya menjadi cacat dan berubah sama sekali dari wujud aslinya yang tampan. Pada akhirnya pertarungan berimbang dan tidak ada yang kalah. Sampai suatu saat datanglah Semar yang menyadarkan mereka untuk berdamai satu sama lain.



Antareja

Antareja merupakan tokoh pewayangan nusantara paling sakti, setara dengan Rahwana. Walaupun dia sangat sakti, namun antareja merupakan sosok yang berbudipekerti luhur dan baik hati. Berikut merupakan kekuatan dari Antareja:

Mempunyai tubuh napakawaca, tubuh ini kebal terhadap semua jenis senjata (palu Thor, pedang Zoro semuanya bakal patah).

Bisa berubah menjadi Nagarupa atau Triwikarma. Perubahan ini merupakan perubahan paling kuat bahkan pukulan Gatotkaca yang bisa meratakan 10 gunung tidak mempan.

Cincin Mangkubumi yang mampu membuatnya sehat kembali jika menyentuh tanah.

Jurus dari Antareja meliputi:

Lidahnya sangat sakti, semua ksatria yang telapak kakinya kena jilat bakal mati termasuk Iron Man, Hulk, Superman.

Mempunyai racun visadacara yang bisa melelehkan semua jenis logam.

Kendalibumi, merupakan jurusnya yang mampu mengendalikan isi bumi (tanah,air,bumi, udara). Avatar tetep aja kalah jika adu ilmu.

Gatotkaca

Gatotkaca merupakan jagoan pewayangan yang paling terkenal, bahkan anak kecil pun tahu. Hal yang paling identik dari Gatotkaca adalah otot kawat tulang besi. Tubuh Gatotkaca seperti Antareja namun tidak sekuat Antareja. Gatotkaca yang saat kecil bernama Tetuka dicemplungkan oleh para sesepuh ke Kawah Candradimukha dan dilebur dengan pusaka dewata. Hasilnya yaitu Gatotkaca yang sakti mandraguna dengan otot kawat tulang besinya.
Kekuatan Gatotkaca terdiri dari:

Narantaka merupakan kekuatan Gatotkaca yang kebal terhadap semua ilmu magis atau sihir.

Basunanda merupakan kekuatan yang mampu kebal terhadap semua jenis panas dan dingin. Jadi kalau Gatotkaca terdampar di gurun atau kutub itu tidak masalah.

Brajadenta menjadikan tulang tinju lebih panjang sehingga bisa merobek apapun. Kekuatannya setara dengan Kuku Bima.

Brajamusti merupakan pukulan maut yang mampu meluluhlantakan 10 gunung dengan sekali pukul.

Padakacarma merupakan tendangan maut yang bisa mematikan siapapun lawannya, termasuk Hulk sekalipun.

Kendalivayu merupakan kekuatan yang menjadikan angin sebagai senjata.


Wisanggeni

Bambang Wisanggeni dikenal sebagai putra Arjuna yang lahir dari seorang wanita cantik bernama Dresanala, putri Brama. Namun sayang Brama menolak anak dari Arjuna, akhirnya dia di buang ke kawah Candradimukha. Ketika Wisanggeni terkena lahar namun yang terjadi lahar itu masuk kedalam Wisanggeni seperti bersatu. Ketika itu Narada melihatnya dan melatih Wisanggeni ( Racun Api ) sampai remaja. Kekuatan Wisanggeni begitu mengerikan bahkan dia mengalahkan Batara Kala dari dewata Setelah itu dia kembali menemui ayahnya,Arjuna namun ditolak karena Arjuna tidak tahu jika dia Anaknya. Akhirnya Wisanggeni mengamuk dan mengalahkan semua Pandawa, setelah itu Arjuna baru sadar bahwa dia adalah anaknya dari Dresanala. Akhirnya Arjuna mengakui dan mengurus Wisanggeni. Wisanggeni orangnya sangat serampangan, tempramen, suka bikin rusuh dan onar dimana-mana, secara fisik tampan namun angkuh tapi sebenrnya dia baik dan suka menolong.

Antasena

Antasena merupakan tokoh sakti yang mampu terbang, menerobos bumi dan menyelam. Antasena merupakan sosok yang lugu dan polos, namun teguh dalam pendirian. Kekuatan Antasena yaitu:

Kendaliapas yaitu kekuatan Antasena yang mampu mengendalikan air.

Halintangjagat yaitu kekuatan yang menjadikan Antasena mampu terbang, menembus bumi dan menyelam dalam lautan dengan cepat.

Kulitpakung merupakan jurus pertahanan tubuh yang tahan terhadap segala senjata yang membuatnya mengeluarkan sisik kulit udang yang mempunyai tubuh keras.
Sementara jurus Antasena sendiri adalah Cupu Madunsena yang mampu mengobati berbagai macam luka dan penyakit. Anatsena dan Wisanggeni akrab dan sama-sama sakti mereka tidak mengikuti perang Barathayudha, mereka mati pada saat meletusnya perang Baratayudha,


Bima


Bima memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur, serta menganggap semua orang sama derajatnya. Bima mahir bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar), dan Bargawasta. Bima merupakan sosok jenderal sejati yang berwibawa dan selalu di garis depan medan peperangan.
Kekuatan Bima terdiri dari:

Bandungbandawasa, yaitu kekuatan yang mampu meningkatkan kekuatan fisik sampai 100x lipat.

Blabak Pangantol, yaitu kekuatan yang mampu membuat perkasa dalam perkelahian dan perang.

Sementara jurus Bima terdiri dari:

Ketuklindu, yaitu jurus yang mampu membuat guncangan tanah dengan hentakan kaki.

Bayubajra, yaitu jurus yang bisa menyerang musuh dengan menggunakan kekuatan angin ribut.

Kuku Bima ( Pancakenaka) yaitu jurus yang mampu membuat senjata di kuku ibu jari Bima yang sangat hebat dan bisa menebas apapun

Mengenal Ritual Mandi Penghilang Sedih Ketika Ada Keluarga Meninggal

Mengenal Ritual Mandi Penghilang Sedih Ketika Ada Keluarga Meninggal


Liputan6.com, Gorontalo - Mandi bersama atau dalam istilah daerah Gorontalo Mutimualo, tradisi Gorontalo yang sudah dipercaya sejak lama. Konon ritual ini dilakukan jika salah satu anggota keluarga masyarakat Gorontalo ada yang meninggal dunia dan menimbulkan kesedihan mendalam, dalam situasi seperti itu, keluarga Gorontalo biasanya segera menyelenggarakan tradisi Mutimualo.


Prosesi ritual tersebut itu dilakukan tepat tujuh hari sejak meninggalnya anggota keluarga yang bersangkutan. Seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan mandi bersama di sungai. 


Tidak sembarang mandi, acara itu harus dilakukan pemangku adat dan satu demi satu anggota keluarga mendapat percikan air dari sang pemuka adat. 


Seluruh anggota keluarga berjalan bersama meninggalkan rumah menuju sungai yang menjadi lokasi prosesi ritual. Saat keluar rumah, mereka harus lewat pintu depan dan saat kembali dari prosesi harus masuk lewat pintu belakang.


Ada kepercayaan tersendiri terkait dengan prosesi mandi ini, sebagaian besar orang mempercayai bahawa prosesi mandi ini bisa menghilangkan kesedihan keluarga yang di tinggalkan mandi,  selain itu akan membuat keluarga berduka menjadi sehat, badan terasa segar hingga akhirnya pikiran menjadi segar dan kesedihan pun terhapuskan. 


"Kami percaya, bahwa kesedihan akibat kehilangan anggota keluarga bisa larut dalam air yang disiramkan saat kami mendi," ungkap Rostin Tanif salah satu Pemangku adat.


Ia menambahakan, ritual ini masih sebagian besar dilaksanakan oleh masyarakat Gorontalo, ritual ini sebagai bentuk keikhlasan pihak keluarga yang ditinggalakan oleh anggota keluarga.


"Karena ketika ritual ini tidak dilakukan, maka selama itu pula pihak keluarga akan dihantui rasa sedih yang tidak akan pernah ada habisanya, keluarga yang meninggal itu akan selalu terbayang setiap saat," tambahnya.


Tidak hanya itu, sebelumnya melaksanakan ritual tersebut, pihak keluarga harus menyediakan tiga butir kelapa yang belum dikupas. Ketiga butir kelapa itu diikat untuk kemudian dijadikan tempat duduk bagi suami atau istri yang ditinggalkan sang mendiang. Anggota keluarga lainnya menyediakan daun puring, sisiru (tapis beras), parang, serta sebutir kelapa yang telah dikupas. 


Selain itu ditengah prosesi mandi bersama itu, baju anggota keluarga yang sudah meninggal dihanyutkan. Baju-baju tersebut disertakan pada benda-benda lain yang sudah disiapkan untuk dihanyutkan.(Arfandi Ibrahim)


Macam - Macam Ritual Pesugihan Yang Ada Di Tanah Jawa

Walaupun jaman sudah modern tidak sedikit orang yang masih mempercayai dan melakukan ritual pesugihan.Banyak dari mereka yang ingin menjadi kayak tanpa harus kerja keras atau mereka yang putus asa terlilit banyak untang hingga akhirnya melakukan jalan pintas dengan pesugihan.


Dan berikut adalah beberapa jenis tumbal yang sering di jadikan nilai tukar pesugihan selain tumbal nyawa orang terdekat

Pesugihan Nyi Blorong

Quote:


»Pesugihan Nyai Puspo Cempoko

Quote:


Pesugihan Lereng Merapi

Quote:


Pesugihan Munding Seuri

Quote:


Pesugihan Bulu Gendruwo

Quote:


Pesugihan Sate Gagak

Quote:


Pesugihan Gunung Kemukus

Quote:


Pesugihan Tukar Janin

Quote:


Semoga kita semua tidak pernah terjebak,tersesat dan terjerumus dalam godaan syetan yang selalu mengiming-imingi kebahagian dunia yang semua nya hanya bersifat semu.


Fenomena Pemahaman salah kaprah antara orang-orang klasik dengan modern

Orang Jawa pasti nggak asing ya mendengar kata-kata itu. “Nek iso Bareng, nyapo kudu dipisah” Dalam bahasa Indonesia, artinya “Kalau bisa bersama, mengapa harus dipisah?”. Bersama disini bisa juga diartikan sebagai bersandingan. Mungkin sebagian agan disini ada yang memaknai ungkapan tersebut adalah ungkapan bagi orang yang sedang galau saat jatuh cinta. Tapi bagi sebagian laen, pasti juga ada yang berfikir apa maksut dari ungkapan ane diatas.

Ane nggak lagi bahas soal cinta kok, tapi ane kepingin membahas tentang kejawen. Banyak sekali buku-buku yang membahas tentang kejawen, agama jawa, besertatetek mbengeknya, yang membahas meliputi ajaran, amalan, dan asal-usulnya.

Jika orang klasik dengan orang modern disandingkan, tentu berbeda kan ya gan sis... Dari cara berfikir, hubungan interaksi, bahkan adat dan budaya juga sudah bebeda. Inilah yang sebenarnya melatarbelakangi ane untuk menggali lebih dalam fenomena-fenomena yang terjadi disekitar ane. Sebenarnya siapa sih yang salah? leluhur kita kah? atau jangan-jangan orang-orang modern sekarang ini nih?


Kalo kita bicara soal agama dan budaya, ngga akan ada habisnya dari a sampai z. Agama dan budaya memang suatu hal yang berbeda. Jelas, Agama berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhannya. Sedangkan budaya berkaitan dengan aturan-aturan atau norma-norma yang dilakukan leluhur kita guna menghormati ciptaan Sang Maha Agung di sekitarnya. Sedangkan kejawen sendiri hakikatnya adalah suatu tata cara atau aturan di dalam berkehidupan, baik kepada sesama manusia, alam, para leluhur, dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Yang menjadi topik adalah pada zaman milenial ini, orang-orang telah menganggap bahwa ajaran kejawen itu salah. Bid’ah jika melakukan ritualnya. Yang ane bingungin kenapa orang-orang zaman modern ini sangat gampang mengucap bid’ah? Mengapa sih tak ada ruang untuk kejawen? Sebenernya disini siapa yang patut disalahkan? Kejawen-nya atau pelaku ritualnya?

Kita harus sering membaca, bertukar pikiran dengan orang lain agar tau sejarah. Kejawen seakan-akan tidak diberi ruang dan celah untuk menjelaskan “apa makna ritual yang terkandung” pada zamannya. Istilahnya begitu lah ya gan..

Dalam pembicaraan singkat ane dengan Mas Mada, salah satu tim Kisah Tanah Jawa, Beliau mengatakan bahwa memang ada gerakan-gerakan yang sengaja mengaburkan budaya Jawa dan dibenturkan dengan isu agama, salah satunya Tarekat Kaballah (Agan googling dan cari tau sendiri aja ya hehe). Padahal jika dikulik lebih dalam, agama dan budaya sudah tentu hal yang berbeda. Tapi keduanya berjalan beriringan. Maka jika wong Jowo bilang “Nek iso bareng, nyapo kudu di pisah?”, ibarat kita hidup di dunia ini tetap membutuhkan agama sebagai pedoman kita sedangkan budaya juga sangat kita butuhkan untuk menghormati berbagai ciptaan Sang Maha Agung.

Salah satu contoh yang ane ambil sesaji. Ajaran kejawen sangat identik dengan sesaji beserta ritual-ritualnya. Dikutip dari literatur Agama Jawa yang ditulis Prof. Dr. Suwardi Endraswara, Agama Jawa selalu menggariskan fungsi sesaji sebagai; (1) langkah negoisasi spiritual dengan kekuatan adikodrati agar tidak menganggu, (2) pemberian berkah kepada warga sekitar, agar ikut merasakan hikmah sesaji, (3) perwujudan keikhlasan diri, berkorban kepada Kang Gawe Urip (dalam hal ini Gusti Allah). Yang terakhir, sesaji merupakan bentuk ucapan terima kasih.

Nah letak perbedaanya adalah, orang zaman modern menganggap bahwa ritual-ritual dengan menggunakan sesajen tersebut dipersembahkan untuk prewangan atau dalam hal ini makhluk halus.

Mungkin bisa jadi dari hal tersebut, masyarakat milenial yang awam akan selalu men-judge bahwa cara-cara kejawen yang diajarkan orang Jawa atau leluhur pada zaman dahulu adalah salah. Bahkan tak segan-segan menganggap bid’ah. Padahal jika kita mempelajari sejarahnya, sesaji hanyalah upacara simbolik untuk menghormati yang ghaib, dalam hal ini alam semesta atau lingkungan. Para leluhur percaya bahwa kita ini di dunia hidup secara berdampingan, antara yang tampak maupun tak tampak. Maka harus saling menghormati. Jadi hal ghaib yang leluhur maksudkan bukanprewangan, melainkan alam semesta. Dan mereka sama sekali tidak menyembah selain Kang Gawe Urip. 




Trisula Weda - Definisi dan Visi Misi

TRISULA WEDA


Trisula Weda - Definisi dan Visi Misi


.> Secara Wadah 
Trisula Weda adalah sebuah wadah yang mengajarkan ilmu kenal diri/kaji diri dengan metode Mawas Diri, yang bertujuan untuk mencetak manusia-manusia seutuhnya yang bermanfaat bagi diri pribadi, keluarga dan dimanapun berada, demi mewujudkan sebuah tatanan kehidupan Indonesia Raya Jaya dan di segenap muka bumi alam semesta jagad Raya, yang gemah ripah loh jinawi, toto titi tentrem kertoraharjo, ora kurang sandang pangan lan papan, baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

.> Secara Ajaran 
Trisula Weda adalah sebuah pedoman hidup bagi manusia, umat, rakyat, bangsa dan negara Indonesia pada khususnya, dan semua bangsa, alam dunia jagat raya pada umumnya agar mencapai sebuah tatanan kehidupan yang selaras, gemah ripah loh jinawi, toto titi tentrem kertoraharjo, ora kurang sandang pangan lan papan, baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

.> Secara Nama 
Trisula Weda adalah Tiga Pilar yang Suci. 

Pilar Pertama - Ing Ngarso sung Tulodho
Bermakna apabila seseorang berada di depan atau sebagai pemimpin, maka harus memberikan/menjadi contoh atau suri tauladan yang baik dan benar yang sesuai dengan kaidah, aturan dan hukum agama. Contoh: pejabat kepada rakyatnya, orang tua kepada anaknya, yang tua kepada yang muda, yang kuat kepada yang lemah, yang kaya kepada yang miskin, pemuka agama kepada umatnya, dll.

Pilar Kedua - Ing Madyo Mangun Karso
Bermakna apabila seseorang berada di tengah maka harus menjadi perekat, perekat terhadap semua perbedaan dan permasalahan, sehingga akan menjadi sebab/menciptakan sebuah suasana yang kerukunan dan kebersamaan. Contoh pejabat kepada rakyatnya, orang tua kepada anaknya, yang tua kepada yang muda, yang kuat kepada yang lemah, yang kaya kepada yang miskin, pemuka agama kepada umatnya, dll.

Pilar Ketiga - Tut Wuri Handayani
Bermakna apabila seseorang berada di belakang harus bisa memberikan dorongan/semangat baik secara spiritual dan material. Contoh: pejabat kepada rakyatnya, orang tua kepada anaknya, yang tua kepada yang muda, yang kuat kepada yang lemah, yang kaya kepada yang miskin, pemuka agama kepada umatnya, dll.

Trisula Weda - Definisi dan Visi Misi

VISI DAN MISI TRISULA WEDA


Visi
Mewujudkan sebuah tatanan kehidupan Indonesia Raya Jaya dan di segenap muka bumi alam semesta jagat raya yang gemah ripah loh jinawi, toto titi tentrem kertoraharjo, ora kurang sandang pangan lan papan, baldatun toyyibatun wa robbun ghofur di bawah Panji Trisula Weda.

Misi 
Mencetak manusia-manusia Indonesia dan di segenap muka bumi alam semesta jagad raya yang mempunyai karakter/jati diri yang kuat dan kokoh, yang selaras lahir batinnya, yang bermanfaat bagi diri pribadi, keluarga, dan di manapun berada.
BAGI YANG INGIN MENGETAHUI AJARAN SANG PEMBAHARU, KUNJUNGI WEBSITE RESMI KELUARGA BESAR TRISULA WEDA